Tau kah kau kalo sebenarnya aku begitu penasaran apa jawab hatimu. Meski lenganku tertahan untuk tetap membungkam mulutku. Matamu menyiratkan jawab yang tak sanggup kupertanyakan.
Tahu kah kau terkadang cemburu memburu untuk mematikan rasa yang semestinya tak berkembang ini. Aku kerap berujar, kau telah berpemilik, siapapun itu! Asumsi yang kerap tumbuh dan kubabat dalam saat yang bersamaan. Bayangkan betapa hebatnya bergolak dengan permainan hati yang kunikmati ini?
Tau kah kau bagaimana alur berpikirku kini sudah tak logis dalam menilai, memaknai dan berkendali. Jika diibaratkan birokrasi, kemana logika harus menuntut ketika hati melakukan pembiaran?
Tau kah kau bahwa kau merubahku. Pola berpikir hatiku. Pola rasa otakku. Semua memang kau jungkir balik. Kukira tiba saatnya sekarang, yang positif dulu bisa jadi negatif, begitu sebaliknya. Tak perlu hidup dalam definisi. Semua ada alur. Lewati saja...
Ini hanya untaian kataku agar kau tau...
Mencintaimu dengan sederhana. Memilikimu dengan kesederhanaan hati.
No comments:
Post a Comment