Sunday, February 20, 2011

Namamu Tercantum di Garis Takdirku

Semoga namamu tercantum di garis takdirku empat hari ke depan...

Begitu update status yang kutulis di fesbuk semalam sebelum keberangkatanku ke kotamu. Aku percaya apa yang kulalui semua sudah tergariskan dan aku hanya tinggal melewati. Meski dag dig dug juga akankah aku melihat wajahmu lagi? Sepanjang jalan yang kulalui usai kakiku menjejak kota yang dulu 4 tahun kutinggali ini aku masih bertanya-tanya bagaimana nanti aku bisa bertemu?

Jika Tuhan sudah berkehendak maka tak ada aral apapun yang bisa menghalangi. Aku sungguh cemas ketika pagi itu kau bilang kau tak bisa bergabung. Tapi bagaimana lagi, mungkin kita memang tak ditakdir bertemu. Maka sore itu dengan santai aku menyiapkan diri usai kegiatan. Bahkan tak ada dalam fikiranku akan berjumpa denganmu.

Mencari-cari dibalik punggung si abang ojek tempat aku berjanji bertemu dengan teman2, aku akhirnya tak kesasar. Ketika memastikan kebenaran tempat janjian itu, tak sengaja aku mendapati sepertinya itu sosokmu di sana? Dan tak menunggu detik terbuang percuma, dengan pikiran kian ribet benarkah itu dia, kok tadi bilang nggak bisa dan bla bla bla... Aku kini telah ada di sebelahnya!

Entah perasaan ini mau didefinisikan apa dan bagaimana, yang jelas seperti biasa aku tak memandangnya. Seperti biasa hanya curi-curi saja. Dan ketololan-ketololan yang seperti biasa tercipta.

Ya, aku mensyukuri, namamu benar tercantum di garis takdirku... Jadi percaya lah, jika sudah dikehendakkan, maka tak ada satu makhluk pun dapat menjadi penghalang. I believe in that!

No comments: