Entah kenapa malam ini aku sedang senang memutar ulang fikiran tempo dulu. Bukan soal seseorang di masa lalu, hanya memori-memori kecil yang hingga kini membekas dan dibekaskan oleh lagu.Segera kubuka youtube. Mengingat kepingan cerita bersama teman kerja dan lagu Paul Van Dyke. Entah aku lupa judulnya aku search saja. Sampai pada cover perempuan yang remang kuingat. Ya, ini videoklip yang selalu kami nantikan untuk diputar di salah satu tivi swasta yang saat itu tengah siaran percobaan dan hanya memutar lagu-lagu secara simultan, berulang dan sama, bahkan jam-jam yang sama. Maka tak heran, kami bisa tau kapan klip itu akan diputar.
Kalau diingat tingkah kami dulu, kini aku hanya tergelak. Kenapa videoklip itu dinantikan? Karena pada bagian endingnya ada sekian detik adegan ciuman dan itu tak disensor. Aku masih ingat ketika salah satu teman sampai lari-lari dari dapur dan menghentikan sejenak aktivitasnya hanya untuk melihat adegan itu. Dan konyolnya, ketika si bos sedang nonton tivi padahal jam menunjuk klip itu akan ditayangkan, kami semua menggerutu dan berharap si bos cepat-cepat pulang. Konyol dan bikin geli ketika ingat. Tapi namanya juga kekonyolan, just enjoy ajah!
Jadi teringat juga masa-masa ketika pagi-pagi harus beraktivitas, ketika kemalasan meraja hal yang paling enak dilakukan adalah putar musik dan berjoget. Haha jadi ngakak teringat ketika seorang rekan yang anti joget akhirnya dengan malu-malu menggoyangkan badan setelah aku dan seorang teman lagi yang sama-sama hobi bergoyang memaksanya mengikuti irama Beyonce cs lewat Lose My Breath dan JTL My Lecon. Pagi yang gila, namun ketika ajudan si bos datang, everything back 2 normal again.
Hmm, musik memang tak akan pernah mati, sejalan usia pun, bahkan masa ketika aku belum tercipta. Jadi kangen dua teman itu, kapan yak dipertemukan waktu untuk kembali bergoyang sejenak dalam usia yang boleh dibilang tak lagi muda. Ahahay... Love music, miz u my friends...
No comments:
Post a Comment