Ia sama dengan kamu. Ternyata bukan hanya sama zodiaknya. Pun beberapa kepribadian pula. Awalnya aku tak seberapa memperhatikan, bahkan melewatkan. Maklum, salah satu kelemahanku sejak dulu adalah kebiasaan telat mengerti, memahami dan tanggap bahwa seseorang ternyata memperhatikan.
Begitu pun ia, ketika aku tersadar ia selalu dan bahkan sangat merunut tiap apa yang keluar dari mulutku, padahal aku sendiri kadang lupa hehehe. Dan baru beberapa hari lalu aku terjaga dari ketidaktanggapanku itu dan malahan berbalik, aku memperhatikan tiap responnya dari setiap apa yang kukatakan.
Dan itu kian menambah keyakinanku bahwa ia teramat menyimak lafalku. Aku jadi teringat kamu, dulu kamu pun begitu. Dan aku pun dulu tak tanggap. Barulah ketika kamu pergi, aku mengeja kembali tiap perhatian yang luput dan kulewatkan itu.
Dan kini aku mengulangnya. Namun yang membedakan, rasaku padanya tak sebesar hasratku padamu. Perhatiannya hanya menggugahku untuk lebih peka pada seorang yang mungkin menyimpan rasa padaku.
No comments:
Post a Comment