Dalam sebuah acara aku bertemu dengannya. Bukan untuk yang pertama. Kali ini ketiga kali setelah dulu aku melihatnya ketika aku menyambangi kantornya dan yang kedua adalah beberapa hari lalu sebelum acara tersebut berlangsung.
Di acara itu semua bercampur dan berbaur. Menyatu. Berbincang serius. Diseling canda. Ia duduk di dekatku. Tak sendiri. Bersama teman satu kantor dan teman2 baru. Tak ada yang istimewa. Kami bisa dibilang dekat. Maklum, tugasku waktu itu adalah dengannya. Wajar kalau kami sering terlibat pembicaraan. Apalagi ia termasuk doyan nyerocos. Jadi ada saja yang diobrolin. Ditambah kulihat ia seksi sibuk sekali dengan alatnya.
Singkat cerita, dalam acara itu aku pulang lebih dahulu. Aku minta difoto bersamanya. Ia tiba-tiba nyeletuk: "Kayaknya kau tak akan bisa lepas dariku!". Ia berujar dalam senyum.
Senyum bagiku adalah canda. Aku pun menanggapi candaannya. "Sepertinya iya, gimana dong? Tapi, kamu kan straight, ya kan?"
"Ya iyalah!" sahutnya langsung. "Secara lekong masih enak gitu lho!" imbuhnya.
Karena buru-buru, aku pun pamit dan melupakan kejadian itu. Tapi kemarin aku bertemu dengannya lagi dalam rapat restrukturisasi. Dan ia membuatku terbahak dengan ulahnya.
Perempuan itu tak sekalipun menyapaku. Tak mau duduk dekatku. Padahal tempat di sebelahku masih kosong, ia memilih duduk bergerombol. Menghindari bertemu mata denganku. Pernah, sekali, tak sengaja kami bersirobok pandang, ia cepat-cepat melengos. Aku tersenyum. Ada apa dengannya? Kok ia jadi bertingkah begini. Aku memflashback kejadian dulu, dan membuatku kian tersenyum. Seorang straight sedang ge-er rupanya! Tak bisa membedakan candaan dan beneran!
Di rapat itu, namanya mendapat satu suara. Ohohoho jangan sampai, meski aku yakin sekali ia pasti berpikir kalau akulah si pemberi suara itu. Wahahahaha aku akan makin ngakak! Entah apa yang semakin ia ketikkan di layar pikirannya tentangku. Wallahu A'lam. Apalagi, si ibu koordinator terpilih sepertinya keukeuh menyandingkan namaku dan namanya dalam satu divisi. Namun beruntung tak jadi hehe aku gak tau kalo beneran harus kerjasama dengannya, apa kata dunia wakakakakakak.
Lingkungan kerjaku telah mengetahui orientasi seksualku, tapi kadang aku geli sendiri jika mendapati the straights yang mawas diri terhadap lesbian yang SEPERTINYA suka padanya.
Aku masih sering tersenyum jika teringat kejadian kemarin. Open up your mind, straight!
No comments:
Post a Comment