Thursday, August 13, 2009

LAGI BELAJAR IKHLAS!

Semangat itu melorot lagi. Rasa malas itu mulai merajai. Kegelisahan hati. Akan sebuah mimpi. Yang -sepertinya- tak akan teraih. Hanya bayangan ilusi. Demi seutas janji. Yang -semoga- tak teringkari.

Entah kenapa aku dirasuki rasa tak bergairah hidup lagi. Bara menyala bahkan berapi-api kini surut kembali. Untuk apa sebenarnya aku hidup ini?

Pertanyaan itu yang kuajukan ulang sama ketika hidup serasa menghantam dan tak memedulikanku beberapa bulan lalu. Tapi aku memupuknya hingga keragu-raguan itu berganti gelora. Optimistis dalam hidup dan memandang semuanya. Dan segalanya terlihat positif memang.

Namun ternyata, hidup juga kadang kala asam kadang manis, pun tak selamanya pahit. Aku mulai kehilangan kendaliku. Entah apa penyebabnya. Semua saling berkaitan, dan tak bisa kujabarkan. Aku tipe orang yang tak bisa dan tak -terbiasa- mengeluarkan isi otak secara mendetail, sehingga kadang orang seringkali salah paham mengartikan, dan aku hanya mendiamkan. Tepatnya, membiarkan. Membiarkan salah-paham menumpuk dan membiarkan keyakinan bahwa isi pikiranku hanya Yang Diatas sana lah yang sesungguhnya mengetahui seutuhnya. Berhadapan dengan manusia hanya menimbulkan kelelahan untuk menjelaskan. Apalagi, jika kemudian penjelasan hanya akan memperparah kesalahpahaman. Capek! Jenuh, tepatnya! Kapan manusia berhenti menyikapi bahwa apa yang terlihat tak selalu sama dengan apa yang terbersit di benak mereka?

Belajar ikhlas! Sepertinya harus. Mungkin mau tak mau. Tapi aku senantiasa memupuk diantara puing-puing yang berserakan. Menyatukannya, meski tak utuh. Kepingan yang lain hilang. Dan tak kutemukan.

Ikhlas. Kata yang terdengar bermakna religius mungkin. Ah, bagiku tak ada kaitannya! Dan aku juga tak ingin mencari padanan kata lainnya.

Aku hanya sedang belajar ikhlas!

Jangan menyerah... Jangan menyerah... Jangan menyerah...

1 comment:

Ms. Grey said...

Kondisi kamu lagi sama Vi, sama aku.

Saat ini banyak pikiran yang bikin aku tambah parno. Takut yg berlebihan, bikin aku tidak bergairah hidup lagi.

Tapi aku juga lagi belajar ikhlas dan pasrah lagi.