Bangkai, meski ditutupi wajah semanis madu berselimut emas sekalipun tetap akan menjadi bangkai tanpa pernah bisa bertransisi serupa emas semanis madu.
Berproses secara alamiah tanpa memerlukan mesin-mesin buatan hasil ciptaan manusia yang hanya bisa mengkaryakan imitasi. Aspal. Asli tapi palsu. Kamuflase, bahasa kerennya.
Hei... Sadarilah... Manusia di sekitarmu sudah bosan kau cekoki kepalsuan tak berdosamu. Aku muak oleh bulu domba dibalik serigala yang menghembuskan kentut musang dibelakangku.
Manusia memang tak pernah dan tak akan pernah sempurna. Aku memakluminya. Hanya pada manusia yang benar-benar menyadari ketidaksempurnaan dirinya. Lainnya tidak.
No comments:
Post a Comment