Wednesday, January 28, 2009

Kita Adalah...

Kita adalah...
Dua hati saling menyayangi,
Tapi bagaikan oposisi,
Tiap hari mencaci dan memaki,
Menari dengan ego sendiri,
Kadang kulelah begini,
Aku ingin ketentraman hati,
Damai bak air jernih,
Biarkan riak ombak mati.

Kau bilang, hubungan yang datar-datar saja itu tak enak. "Masa tiap hari sayang-sayangan, kan bosen juga? Gak ada iramanya!" cetusmu.
"Sesekali berantem sih wajar, tapi kalo tiap hari, itu namanya kebangetan!" sergahku. Karena kadang aku jengah juga jika hal-hal sepele dijadikan alasan adu argumen. Meski kini aku sebisa mungkin tak terpancing. Maklum, lagi misi ngebut nyelesein tulisan begini, emosi kudu stabil. Jadi aku berusaha meredam ketemperamentalanku.

Seperti hari ini. Setelah sukses beberapa hari gencatan senjata, adem ayem tentrem, tepatnya mencoba untuk mengindahkan sms2nya yang kadang masih bernada tuduhan tanpa bukti, ia sepertinya sudah tak sabar memulai kembali peperangan. Selalu ada saja cela di tiap laku yang tak kulakukan.


Ah, kapan ya bendera putih akan slalu berkibar? Akankah seperti Israel-Palestina, saling tuding siapa yang sebenarnya teroris atas siapa? Uffs, capek, dan jangan sampe deh!

I hope apa yang tlah terlewati satu setengah tahun ini dijadikan acuan untuk kembali melihat ke belakang bahwa apa yang kita tempuh kini adalah sesuatu yang kan kita tuai tuk masa depan.

I wish u understand, mimikyu!

No comments: