Wednesday, December 24, 2008

Eh, Eh, Kok Gitu Sih...

Ada satu hal yang tidak kusukai dari kamu dan paling sering kau ulangi,
Tiap hari kamu tiap hari terus hanya mendengar kau mengeluh dan mengeluh...
Apa kamu bisa lebih rileks saja daripada kamu mengeluh dan mengeluh,
Tenang, tenang, aku masih dengan kamu!
Eh, eh, kok gitu sih, loh kok -tiap hari- marah2, jangan gitu dunk sayank...
***

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Berpasangan adalah saling melengkapi. Menutup kurangku dengan kelebihanku, begitu juga sebaliknya.

Namun jika kau hanya bisa menuntut karena kekuranganku, sedang aku dituntut untuk mengerti dan menerima kekuranganmu, adil kah?

Aku tak ingin merunut kekurangan orang yang kusayang, berkaca dari segala kekurangan yang melekat pada diriku sendiri. Seyogyianya, kau pun demikian.

Mencintai dan menyayangi adalah kesadaran pribadi. Bukan perintah dari diktator dengan jabatan kekasih yang mengatasnamakan cinta dan kasih sayang.

Memiliki seutuhnya tak selalu berarti mengungkung kebebasan seseorang dengan mengharuskan ia memilih antara pasangan ataukah teman-teman di sekelilingnya.

Kau berkata aku egois, tapi tak pernah merasakah bahwa justru kamu lah yang lebih egois dengan sifat-sifat Maha benarmu dan Maha salahku. Aku tak ingin saling menuding. Hanya, -tolong- buka matamu, mata yang berada dalam hati dan batinmu bahwa aku juga seorang manusia, dan hanya seorang manusia, yang juga bisa merasakan sakit hati, perih, tangis, dan semua yang tertoreh dalam sanubari. Bukan kau saja.

Kukira sudah terlampau sering aku menuliskan ini, hingga jemariku lelah tuk merangkai kata demi kata. Karena kau tak juga mengerti, paling tidak menyadari, apalagi berubah menjadi sesuatu yang lebih berarti.

Merasa selalu benar, sadarilah kau tak selamanya benar.
Mengalah, aku bukannya salah.

Jika aku selalu saja keliru di matamu, lalu apa yang benar menurutmu juga tentu benar bagiku? Sebegitu naif kah?

No comments: