Wednesday, December 24, 2008

Renungan Di Titik Nol

Hidup. Menyajikan aneka senang, sedih, bahagia dan nestapa dalam mangkuk besar yang teraduk menjadi satu. Kadang terasa asin garam, tergigit bongkahan kecil asamnya dan tak jarang menelan rasa manis. Tak ada yang tahu kapan asin, manis atau asam itu akan dikecap oleh lidah. Karena disaat bersamaan dua bahkan tiga rasa itu dapat bersamaan terjadi.

Kebanyakan orang bilang, syukurilah hidup, apapun yang tengah kau jalani. Dan sekali lagi, seperti yang terjadi pada kebanyakan orang pula, bahwa teori lebih mudah daripada prakteknya.

Berada di titik nol dalam hidup, siapapun (baca: mayoritas), pasti pernah mengalami. Dan antisipasinya pun beragam. Ada yang lari ke hal-hal negatif, juga ada yang bisa bangkit dari keterpurukan dengan sisa-sisa semangat yang terkumpulkan. Sekali lagi, hidup selalu menghidangkan pilihan dengan bermacam rasa menghampiri kerongkongan dan berimbas ke seluruh tubuh.

Aku. Berada di titik nol.

1 comment:

Rie said...

Ya bersyukur masih di titik nol, belum mencapai angka minus =)

Salam kenal