Agustus lalu mawarku mengembang
Kuncup menawan godaku sang kumbang
Riak gelombang tak goyah karang
Merasuk wangi aku si anak bawang
Bagai teratai hanya mengambang
Hanyut terbawa hingga terbang
Lihat mawarku merekah di awang-awang
Ku hanya bisa tercengang memandang
Dari dalam bumi tertutup karang
Taman surgawi tetap berterali
Sekuntum mawar kan slalu berduri
Menusuk jari tembus relung hati
Menoreh luka timpali sedih
Membekas perih
Meski esok kan berkisah kembali
Musim gugur usir musim semi
Mawarku tegak menanti mati
Layuku dalam hampa diri
Sisakan galau di sanubari
Mengapa musim selalu berganti?
No comments:
Post a Comment