Kota Probolinggo identik dengan Gunung Bromo. Malahan di dunia internasional, wisatawan mancanegara lebih mengenal Bromo dari pada Probolinggo sendiri. Meskipun begitu, menilik Probolinggo lima tahun lalu dan sekarang,, kota yang dahulu bernama Banger karena airnya berbau amis bekas darah kepala Menak Jinggo yang dipenggal Damarwulan ini mengalami kontras yang lumayan mencolok akibat kemajuan yang cukup pesat di segala bidang.
Salah satu bentuk nyatanya adalah wajah kota Probolinggo yang semakin hijau. Lihat saja, ketika mulai memasuki wilayah kota Probolinggo dari arah Surabaya, tepatnya di pertigaan Ketapang, di kanan kiri jalan sepanjang trotoar Anda akan disuguhi taman-taman kecil beraneka ragam dengan tulisan nama-nama instansi pemerintah dan swasta serta semua sekolahan yang ada di Probolinggo. Program ini dinamakan tamanisasi kota guna mewujudkan Probolinggo sebagai kota seribu pohon. Bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup serta melibatkan seluruh aspek masyarakat akhirnya kota Probolinggo meraih Adipura 2006-2007 untuk kategori kota sedang. Seakan tak mau kalah dengan pemkot, Hasan Aminudin, Bupati yang baru saja dilantik setelah terpilih kembali dalam pilkada kemarin, juga sedang giat-giatnya menggalakkan program Jum’at Bersih sekaligus merealisasikan slogan Probolinggo Bestari (Bersih, Sehat, Tertib, Aman, Rapi dan Indah).
Di bidang lain, kota yang terkenal dengan hasil anggur dan mangga manalaginya ini juga pernah memboyong Adi Bhakti Mina Bahari tingkat nasional dua kali dan Citra Bhakti Abdi Negara untuk bidang pelayanan publik terbaik.
Kemajuan Probolinggo tak lepas dari kebijakan-kebijakan para pemimpinnya, baik kota maupun kabupatennya, untuk memajukan kesejahteraan rakyat. “Demi rakyat, ngemis pun rela saya lakukan” ujar Hasan Aminudin ketika berhasil menjadikan petani tembakau Probolinggo mendapatkan nilai jual tembakau tertinggi se-Jawa Timur setelah ia turun tangan langsung meminta para pemilik gudang tembakau yang ada di Probolinggo membeli hasil panen petani dengan harga layak.
Senada dengan bupatinya, Buchori, walikota Probolinggo dengan segudang prestasi ini pun berujar bahwa kemajuan Probolinggo tak akan tercipta tanpa ada partisipasi semua elemen masyarakat dan dunia usaha.
Probolinggo dengan seabreg prestasinya kini mulai diperhitungkan sebagai daerah yang tak bisa dipandang sebelah mata lagi. Ditambah dengan dibukanya jalur penyeberangan laut Probolinggo-Madura yang merupakan poin plus akses daerah lain memasuki wilayah Probolinggo. (alvi/dari berbagai sumber)
1 comment:
Lg nyari data peran perempuan di kabupaten probolinggo, bisabantu nggak mbak? trims
Post a Comment