Saturday, September 18, 2010

PLAYING WITH "THE FLIRTING"

Bermain dengan tukang flirting. Definisi bermain yang cukup rancu, setidaknya buatku sendiri...

Masih ingat dengan tukang flirting yang pernah kuceritakan. Ya ya ya dulu aku menjulukinya tukang flirting, meski sampai sekarang pun demikian. Bahkan sebelum kami bertemu lagi, komunikasi yang terbangun kian intens. Aku sempat kuatir dengan perasaanku, meski seorang teman telah mewanti-wanti untuk tak membuka hati sedikitpun padanya, dan aku pun berujar: "Tak usah kuatir, aku bisa menjaga hati!" optimisku, saat itu.

Dan waktu yang dinanti pun tiba. Teman yang mewantiku merasakan auraku sudah tak wajar. Tapi aku bersikukuh aku wajar-wajar saja, aku beralasan karena hatiku sudah milik si dinda hahaha. Dan kemudian aku mendapatinya diatas motor, termangu. Perasaanku sepertinya biasa saja, karena aku memang mencoba biasa. Dan malam terlalui berdua. Ia banyak bercerita, pun aku demikian. Tak ada rahasia. Sesuai slogan kami di dunia maya: Kita soulmate, tak ada rahasia diantara kita, juga tak ada cinta.

Namun paginya, semua pertahanan hati yang kubangun jebol. Padahal semalam tak ada relung yang memberatkan ketika pagi ini ia akan bermimpi dua hari bersama perempuan yang ia cinta. Aku bahkan mendukung, paling tidak aku melihatnya bahagia. Tapi berbicara ternyata tak semudah melakoni. Entah kesambet setan mana, aku harus mengakui aku tak bisa menutupi amarah. Terbakar cemburu, mirip lagu PADI BAND.

Beberapa hari kemudian aku menertawakan ketololanku. Lagu itu kuputar berulang, dan aku tertawa keras. Sudah sadar dari awal bahwa ia tak untuk dimiliki, kenapa aku keukeuh melibatkan hati, meski lisan berkata tidak. Ketidaksinkronan hati dan lisan bikin otak nggak bisa berfikir jernih. Namun ketika menyadari dan menertawakan ketololan itu, aku merasa manusiawi ketika merasa mencemburui hal yang tak untuk dimiliki itu, tapi hanya sesaat. Tenggang waktu sekejab karena kemudian beralih pada cerita selanjutnya...

No comments: