
"Sepertinya temanku benar, lebih baik berteman dengan buku daripada dengan manusia!" ujarku ketika manusia benar-benar memuakkan untuk disikapi.
"Jangan begitu, kan nggak semua manusia nggak baik, jangan dipukul rata begitu dong. Kalau nggak baik ya jangan digubris, tapi kan masih banyak orang lain lagi yang baik." jelas perempuan itu panjang lebar usai ia menyaksikan kegeramanku atas perilaku manusia.
Ya, mungkin aku tengah muak saja, bukan hendak pukul rata. Tapi rupanya kediamanku selama ini tak ada harganya. Kapan orang lain bisa menghargai orang lain kalau ia belum bisa menghargai dirinya sendiri untuk bisa menghargai yang lain!
Ya sekali lagi aku akan diam, meski diam tak akan menyelesaikan masalah. Percuma berbicara kalau aku tau semua itu tak akan ada artinya, juga tak menyelesaikan masalah.
No comments:
Post a Comment