Friday, October 2, 2009

DIFFERENT

Berbeda. Ya, kita semua tak pernah nyaris selalu sama. Bahkan kembar identik pun mempunyai perbedaan. Apalagi kita, meski sama-sama perempuan. Perbedaan sifat, pemikiran, status sosial, pendidikan dan lain-lain.

Dan ketika sebuah hubungan ditautkan dengan perbedaan-perbedaan yang tak terelakkan itu, apa yang semestinya kemudian dilakukan? Perseteruan tentu kerap muncul. Kesalahpahaman mencoba ambil posisi. Amarah akan senantiasa mengikuti. Dan jikalau ketiganya terus menerus terjadi, akan bagaimana kelangsungan hubungan yang terbangun dengan bom waktu yang setiap saat bisa meledak di bawahnya ini?

Mencinta dengan kesederhanaan. Aku selalu menggaungkannya, tapi tak pernah dimengerti. Padahal untuk bercinta adalah sesuatu hal yang sederhana. Cukup dua hati. Kadang cemburu boleh dimaklumi sepanjang tak dijadikan kebiasaan tak beralasan.
Nah, aku kemudian jadi bertanya-tanya, apakah kecemburuan yang tak beralasan dan bahkan berlebihan yang selalu kudapati dan harus kutelan adalah bentuk rasa cinta dari seseorang yang menyayangku? Kecintaan bukan terukur dari seberapa dalam kau hendak memiliki orang yang kau cinta seutuhnya, tetapi tentang bagaimana kau ikut tersenyum ketika memandang senyumnya tanpa perlu memiliki.

Hatiku jika telah terisi, tak usah berfikir isi di dalamnya kan lari, kecuali jika kau dengan sengaja melubangi sisi-sisinya hingga derak dan gemuruh dalam bejana hatiku meretas keluar, mengikis pelan dan kemudian habis tak tersisa, maka kaulah yang patut disalahkan, bukan karena hati yang telah tak terisi.

No comments: