Thursday, April 23, 2009

M A A F

Panas mentari menyengat kulit ketika kakiku menginjak jalanan beraspal kawasan Malioboro. Kuseret langkahku menuju bangku di belakang halte bus trans Jogja. Tak lama sebuah bus merapat. Kulihat kau dan bocah satu setengah tahun itu diantara para penumpang yang turun. Aku bangkit, menunggu di bibir pintu keluar. Aku tahu kau pura-pura tak melihatku, tapi tahukah kamu,... Meski sikap dan tuturmu bertolak belakang dengan hatimu, aku sangat yakin kau merinduku.

Secarik kata maaf, agar tetap bisa mengenalmu. Kurasa bukan. Maaf itu dari hati. Karena ada niatan untuk menyadari bahwa kekasih adalah makhluk tak sempurna, dan dimaklumi. Namun khilaf tentu tak boleh tiap hari apalagi berulang kali.

Jangan saling menyakiti jikalau masih saling mencintai. Jikalau masih ada kuncup-kuncup hati yang akan mengembang dan akan terus mengembang. Dahan layu berganti dahan baru. Proses yang semestinya.

So, would u forgive as I already forgive u?

1 comment:

Anonymous said...

wah...vi piyeeee toh...

cionta emang menyakitkan hafz.....