Wednesday, June 30, 2010

Resume Peserta KGS V Hari Pertama

BODDY MAPING
Proses difasilitasi oleh Sdr. Budi
Mekanisme:
1. Peserta di bagi kedalam 4 kelompok, sesuai dengan warna kartu yang diberikan (warna kartu merah, kuning, hijau, dan biru).
2. Peserta diminta menggambar tubuh dengan menjiplak tubuh dari rekan dikelompoknya.
3. Peserta mengidentifikasi titik-titik rangsangan (organ seks) dan menjelaskan bagaimana melakukan rangsangan terhadap titik-titik dimaksud.

Learning Point:
1. Peserta berani mengeksplorasi bagian tubuhnya.
2. Peserta mampu membedakan apa yang dimaksud dengan organ seksual dan organ reproduksi.

KEANEKARAGAMAN SEKS, GENDER DAN SEKSUALITAS
Dede oetomo

Seks dibedakan dari aspek biologis, gender, dan aspek seksualitas.
Dari aspek biologis bisa ditemukan lebih dari 90 identitas seks
Dari aspek gender, seks mempengaruhi pelabelan atau pemberian identitas gender (yang dikontruksi)

PEMUTARAN FILM
Realita Cinta dan Rock n Roll

Learning Point:
1. Seterotype mengenai identitas gender
2. Konflik keluarga waria
3. Waria dihargai kalau berprestasi
4. Dlsb


sumber: http://www.facebook.com/notes/gaya-nusantara/resume-peserta-kgs-v-hari-ketiga-gender-seksualitas-dan-budaya/459882395680#!/notes/gaya-nusantara/resume-peserta-kgs-v-hari-pertama-oleh-budi-satria-dan-abied/459879315680

Tuesday, June 22, 2010

AKU BENAR2 PUNYA FANS!


Aku punya fans berat, paparazi tepatnya. Tapi ia tak membawa kamera untuk menjepret sosokku memenuhi keingintahuannya tentangku. Entah ia gunakan alat apa tapi yang pasti ia selalu tau kapan aku ganti nick fesbuk, lalu ia dengan rajin mengumumkan pergantian nick ku itu di status fesbuknya. Padahal, aku tak berteman dengannya. Logikanya, ia harus metani (bahasa jawa: kayak orang lagi nyari kutu) tiap nama/profil picture ku bukan?

Ketika seorang teman dengan terbahak memberitahukan perilaku orang ini padaku, aku ketawa ngakak sengakak-ngakaknya. Apakah tidak ada aktivitas lain, gitu, selain memonitorku? Bikin video porno kek contohnya, secara dah pinter akting manipulatif getho... Atau paling tidak kalau naksir atau ngefans berat ngomong gitu? Wkwkwkwkwkw

Kata dia neh, aku ganti nick biar ga ketauan kedoknya. Kedok mah dikali, munculnya tuh cuma pas musim ujan. Jadi kalo musim tukang tuduh ma tukang fitnah, tuh kedok kagak nongol! Wakakakakak

Syukur seh, berarti dengan begitu membuktikan bahwa ia sangat memperhatikanku. Nah, ntar ditunggu nick fesbukku selanjutnya, jadi elo tuh kudu pantengin fesbukku tiap menit, biar up 2 date getho! Sapa tau ada kejutan, nick qta jd samaan gemana, seru tuh!

Monday, June 21, 2010

KAWAN ATAU LAWAN



Pernahkah Anda bisa membedakan mana kawan mana lawan? Karena disaat yang sama kawan menjadi lawan, dan lawan menjadi kawan. Lalu siapa seteru kita sebenarnya? Kawan atau lawan?

Pernah terjebak diantara keduanya? Atau malah nyaris tak bisa membedakan keduanya. Pemakluman saja, karena manusia pada saat bersamaan dapat menjadi kawan juga lawan. Lalu apakah kan percaya keduanya? Hemat saya, TIDAK. Pastinya selalu akan ada kawan dan lawan, kawan-kawan dan lawan-lawan.

Hmm... Sedang ingin absurd. Efek insomnia, yang jangan dijadikan alasan. Memang sedang ingin absurd!

Sunday, June 6, 2010

EKSISTENSI


Aku teringat kata itu ketika beberapa teman membincangkannya meski dalam konteks berbeda. Kata itu membuatku tergelitik mencari arti. Searching di mbah gugle tentang definisi eksistensi membawaku pada beberapa situs yang salah satunya adalah dibawah ini:

Eksistensi berasal dari kata eksis yang awal mulanya adalah kata dari bahasa Inggris exist yang berarti ada, berwujud. Eksistensi atau pengakuan, -suatu keadaan dimana orang lain mengakui dan menghargai diri kita-, bukan merupakan wujud abstrak atau materi namun selalu dicari dan dikejar oleh manusia.

Aku sebenarnya bukan ingin mencari definisi, hanya penasaran sebenarnya mereka yang berkoar tentang eksistensi melihat dari sudut pandang sebelah mana. Aku memang tak mendapat jawab, satu diantara mereka memang tak mau jawab, namun dua orang lain sengaja aku hanya mengamati ketika tempo hari keduanya perang status fesbuk mengangkat tema tsb.

Apakah ketika seseorang aktif dimana-mana, ia ingin eksis? Menunjukkan eksistensinya. Lalu apa bedanya dengan pamer? Bukankah juga menunjukkan keberadaannya dimana pun? Apa yang menjadi pembatas? Apakah ketika wajah seseorang terpampang dan kreatifitasnya berkibar dimana-mana adalah kepentingan demi eksistensi. Jikalau ya, apa maknanya akan negatif atau positif? Sebab yang terkesan dari cara orang lain mengumandangkan kata itu, terdengar negatif, eksistensi diibaratkan ajang pamer diri. Padahal mungkin tak semuanya seperti itu. Ah, lahir lagi kata baru, prediksi. Belum lagi prediksi dengan tendensi. Ternyata banyak juga buntut eksistensi.

Tapi menurutku eksistensi, terlepas dari negatif atau positif, akan bergantung pada niatan awal. Anggapan orang adalah nomor kesekian, ya aku meyakini itu, sebab apa yang kita akan, tengah, sedang dan ingin lakukan hanya kita yang berniat, menanggung dan menerima hasilnya.

Kalau orang lain menganggap kreatifitas Anda adalah bagian dari eksistensi dan mempunyai preseden buruk di mata mereka, maka pikirkan kembali apakah niatan awal dan tujuan akhir dari eksistensi tsb. Jikalau baik, maka silahkan teruskan! Selamat bereksistensi namun tak larut dalam eksistensialisme.

Saturday, May 29, 2010

AKU DAN PEREMPUAN ITU


"Apa kamu benar2 tidak akan menikah?" tanyamu padaku di kebersamaan kita yang kesekian kalinya.
Aku menggeleng.
"Pasti? Bagaimana kalau ibumu nyuruh?" tanyamu lebih detil.
"Ya sedapat mungkin aku akan mengulur waktu, malahan kalau memang aku menemukan perempuan yang benar-benar melengkapi hidupku maka aku akan mengenalkannya pada ibu."
Kamu tersenyum. Tapi aku tau benakmu mengatakan sesuatu yang entah tak bisa kubaca.
***

"Tumben kamu nggak cari pacar?" tanyaku padamu di kebersamaan lain.
"Lho, katamu nggak boleh cepat2, nanti kisahnya kayak kemarin itu." jelasmu.
Rupanya kamu menurut ucapanku, tapi aku menangkap hal lain dengan seringnya kebersamaan2 ini muncul.
***

Entah berapa waktu kebersamaan2 ini mulai ada. Bahkan aku pernah membuat jarak karena kamu terlalu cepat mendekat. Aku masih terbiasa sendiri dan menikmati kesibukan pekerjaan. Namun aku akui kamu cukup telaten mendekat, memberikan pemahaman2 ketidakpercayaanku akan ketulusan, mencoba merajut hari dengan energi dan pikiran positif. Dan kamu sudah tak asing menceritakan "aib" keluargamu padaku. Meminta pendapatku, mencarikan solusi bersama atas masalah yang dihadapi.

Aku pernah kau kenalkan pada sepupu lelakimu. Dan kamu pun sudah tahu satu persatu teman dan lingkunganku. Ada kekuatiran sebenarnya, takut di kemudian hari aku menyesal telah mengenalkanmu ke duniaku. Kadang kau bertanya tentang dunia lesbian, memperkaya wacana. Dan satu hal, kamu begitu penasaran menelusur melihat teman2 di fesbukku.

Aku bukan tengah menawarkan dunia baru. Aku juga tidak memberi apa-apa untuk kau tahu. Tapi aku dan kamu sepertinya hanya berselancar, menikmati satu persatu kebersamaan yang tak terencana. Hanya mengalir.

Aku pernah berujar padamu ketika kamu di awal2 dulu setengah mati menutupi belahan dada atau selangkangan yang terbuka pada apa yang kau kenakan, "Perempuan telanjang di depanku sekali pun, kalau tak ada rasa tetap tak akan menarik birahiku". Sejak itu kamu mulai tak bingung bagaimana harus duduk ataupun menyembunyikan belahan. Tetapi kok aku jadi yang tidak bisa konsen ketika ia dengan enteng duduk menulis memiringkan tubuh di depanku. "Eh, eh, duduknya jangan di depanku!" tegurku membuatmu tergelak. "Lho katanya..." "Ah sudah, nggak usah dibahas!" Tawa kemenanganmu menggelegar usai sukses menggoda.
***

Di kebersamaan lain, ketika kamu sudah di depan kamarku sedang aku masih sibuk di dalam mematikan laptop.
"Vi, udah ditungguin pacarnya itu lho!" celetuk buci tetangga sebelah yang sedang menjemur pakaian.
Aku tak merespon secara ekstrim meski celetukan tetangga itu akan membuat asumsi yang tidak2 di benak tetangga lain. Maklum, aku belum open di kost, sedang kamu sudah tak terhitung dengan kebersamaan ini.
"Yo, ini mau keluar!" Tanpa respon lebih lanjut, apalagi kamu juga tak berekspresi nggak tau apa yang ada di pikiranmu saat itu, tapi aku tak sedikitpun memindahkan obrolan menyentuh hal tsb.

Aku memaknainya sebagai sebuah kebersamaan, untuk mencoba mempercayai persahabatan atau relasi antar manusia, ketulusan dan saling memahami sesama manusia. Hal-hal yang tak pernah kupercaya karena tak pernah kudapat yang kini tengah kau coba dengan telatenmu untuk kau tunjukkan padaku.

Thursday, May 27, 2010

AKU ADALAH ARTIS!


Percaya tidak dengan judul diatas? Kalau aku sih percaya, tapi bukan tengah ge-er, begini ceritanya...

Beberapa hari lalu, aku membuka akun fesbuk yang kuperuntukkan teman2 kost dan smu ku. Eh, nggak sengaja ngeliat akun TG yang suka jelekin namaku di dunia maya itu, dan ternyata ia benar2 hebat. Definisi hebat disini adalah hebat karena ia benar2 sungguh2 dan sangat2 kurang kerjaan sekali nge-add semua teman kostku dan termasuk juga teman2 smu, dan yang paling gila juga ia berteman dengan sepupu2ku. Hebat bukan? (Baca: SAKIT JIWA, bukan?). Pernah kah Anda mengalami hal yang sama denganku ini?

Anda berelasi dengan seorang perempuan, sebut saja Ade Kupu Kupu Kecil (A), lalu Anda putus hubungan dengan A, lalu A mulai meresahkan kehidupan Anda dengan menteror hp Anda miskol2 sampe ratusan kali, menteror nomer telepon kantor Anda tiap pagi, siang dan sore, lalu memajang nomer hp Anda di chattingan sehingga pria2 iseng kemudian menelpon/sms Anda untuk ngajak ML padahal Anda sama sekali tak pernah kenal, belum cukup nmr hp Anda yang dipajang, nomor kantor pun diberikan. Walhasil, banyak lelaki yang mencari2 Anda, sehingga Anda dan teman2 kantor disibukkan untuk menjawab telpon2 NGGAK PENTING.

Belum cukup rupanya si A mengganggu kehidupan Anda, lalu ceritalah si A pada teman sekaligus mantan pacarnya, sebut saja KAWAI WIE (K) dan RINA NASUTION (R).
Entah apa yang dibacotkan A pada K dan R, dua perempuan ini kemudian bergerilya. Si K ini Anda tak pernah kenal, baik nama, suara apalagi tatap muka, tapi si K ini rajin banget pasang nama Anda di status fesbuknya. Katanya, Anda adalah penipu, penjahat dll. Komentar pun bersahutan. Termasuk juga komentar dari sepupu dan teman kerja Anda di Jakarta yang selama ini tak pernah tahu bahwa Anda lesbian. Jadi siapa sebenarnya yang penjahat dan penipu? Kalau memang Anda benar seperti yang dikatakan K bahwa Anda penjahat dan penipu, maka laporkanlah ke pihak yang berwajib, tapi kenyataannya si A, mantan pacar Anda ini malah ngajak balikan. Bahkan ketika Anda menolak balikan pun, si A ini kerap telpon2/sms2 tanya2 nggak penting. Jadi maunya si A ini apa? Lebih2 si K, udah Anda nggak kenal ini orang, eh kok berani2nya nyebut2 nama Anda sbg penipu dan penjahat.

Hmm, sepertinya aku menjadi artis di hidup K ini. Bayangkan, orang yang tidak mengenal Anda, tetapi begitu mengidolakan Anda seperti tahu kehidupan pribadi, karakter dan tingkah laku Anda sehari-hari. Bukankah fans begitu pada artis idolanya? Setiap saat para fans menggunjingkan idolanya seolah tau, padahal fans itu kenal pun tidak pada sang idola. Ya, aku sih berterima kasih, karena status fesbuk K itu ya positifnya kuanggap sbg publikasi gratis agar orang2 yang mengomentari statusnya itu dapat mengenali apa, siapa dan bgm aku. Sedangkan jikalau nantinya sepupuku tau atau nanya2 ttg status fesbuk si K ini padaku atau lebih parahnya kelesbiananku terketahui oleh mereka, aku telah menganggap mungkin ini salah satu jalanku untuk coming out pada keluarga. Aku telah berfikir dan banyak mempertimbangkan, jikalau aku tetap mempertahankan kelajanganku (terhadap laki2) maka sekaligus aku nantinya harus bersiap membuka diri ttg orientasi seksualku ini. Ibu mungkin akan kecewa dengan pilihanku, tapi cepat atau lambat ia memang harus tahu dan -semoga- mengerti dengan pilihanku ini. Sekali lagi jika si K ini emang berniat akan membongkar orientasi seksualku di lingkungan keluarga dan teman2 heteroseksualku dengan ia meng-add teman2 kost, teman2 kerjaku, teman2 smu atau bahkan sepupuku, aku malah akan berujar terima kasih telah menunjukkan siapa Anda dan siapa Saya sebenarnya.

Aku geram, pastinya sebagai manusia marah itu ada. Terlebih aku bahkan tak kenal seluk beluk K ini sementara ia piawai memutarbalikkan lidah dan fakta. Tapi aku pernah berujar, apapun yang si A, si K, atau si B C D E sampai Z sekalipun lakukan padaku, jika itu kamu pandang benar dan melegakan hatimu dan dendammu padaku, maka lakukanlah tetapi ingat segala hal yang menurut Anda baik belum tentu baik bagi orang lain, begitu juga sebaliknya. Manusia sudah ada takdirnya, sebaik apapun ditutupi dan seburuk apapun ditelanjangi, semua sudah tertulis atas kehendakNYA. Aku adalah artisNYA dan terima kasih kamu sudah menjadi fans beratku hehehe

Wednesday, May 26, 2010

BERTEMAN BUKU


"Sepertinya temanku benar, lebih baik berteman dengan buku daripada dengan manusia!" ujarku ketika manusia benar-benar memuakkan untuk disikapi.
"Jangan begitu, kan nggak semua manusia nggak baik, jangan dipukul rata begitu dong. Kalau nggak baik ya jangan digubris, tapi kan masih banyak orang lain lagi yang baik." jelas perempuan itu panjang lebar usai ia menyaksikan kegeramanku atas perilaku manusia.
Ya, mungkin aku tengah muak saja, bukan hendak pukul rata. Tapi rupanya kediamanku selama ini tak ada harganya. Kapan orang lain bisa menghargai orang lain kalau ia belum bisa menghargai dirinya sendiri untuk bisa menghargai yang lain!
Ya sekali lagi aku akan diam, meski diam tak akan menyelesaikan masalah. Percuma berbicara kalau aku tau semua itu tak akan ada artinya, juga tak menyelesaikan masalah.