Tuesday, July 31, 2012
Hanya Kemarahan Sementara
Saya heran, ketika membagi gundah tentangmu dan saya mulai tegas bersikap, mereka tak pernah percaya bahwa ketegasan saya akan permanen.
Ini bukan kali pertama, lihat saja seminggu kemudian kau akan kembali seperti dulu, kata orang pertama bukan bermaksud mendoakan hanya saja ia sangsi aku bisa mengaktualisasikan hal tsb.
Ahh, itu hanya kemarahan sesaat, nanti juga ilang sendiri, kata orang kedua lebih tak percaya lagi.
Heran juga, dua opini yang sama. Jadi otak belum bisa klaim ia menang pilkada putaran kedua ini... Menelisik kembali ke dalam, keteguhan dua hari ini belum mengisyaratkan ia akan berputar haluan, hanya saja memang hati masih kerap menjadi penyusup diantara kurcaci otak yang sedang memproduksi instruksi2 otak untuk mengharakiri perasaan.
Kemarahan. Apakah ini definisi dan deskripsi yang paling tepat? Kadang aku membenarkan ini sebagai sebuah kemarahan, namun di sudut lain berkata ini adalah keputusan dari sebuah keinginan untuk tak lagi membuang2 energi dalam bentuk apapun.
Kemenangan otak atau bahkan kepongahan otak. Kemarahan sesaat atau keinginan permanen. Ini semacam aksi pemberontakan hati yang sepertinya akan membuat kontroversi baru. Bahwa otak tak bisa sekali lagi menjajah hati. Subordinasi otak biarlah hanya menjadi struktural tubuh, dimana letak otak memang berada lebih tinggi dari hati. Selebihnya, bahkan hati pun pandai mempropaganda kurcaci di otak.
So, let's not have quick decision bout it!
P.S this is a heart writing
Saturday, July 28, 2012
Meet Again...
Ketika semua tak terencana, malah akan terjadi begitu saja. Seperti pertemuan sore ini...
Singkong coklat. Makanan itu yang akhirnya menautkan aku dan kamu. Bahkan aku sampai tak bisa mempercayai tulisan di layar handphone: jadi kita ketemu dimana?. batinku, bocah ini kehabisan obat kali ya, ngajakin ketemu, padahal kalo aku ingat jaman setaun lalu, ngajak ketemu ini orang tuh kudu pake alasan logis, kalo gak logis ga bakal mau ketemu. Nah, ini ga da angin ga da ujan, kayak kesamber bledeg minta ketemu. Saya tau ini hanya kepentingan jualan, tapi kok kedengerannya; aneh!
Dan dia membuktikan kata-katanya. Meski awalnya gak mau masuk kantor dan minta dijemput di depan, akhirnya ia menginjakkan kaki di kantor atas alasan keperluan informasi tentang link pemuka agama yang bisa menikahkan lesbian.
Ada lagi yang aneh, ia tak berani melihat mataku ketika bicara. Berbeda drastis 180 derajat dengan setaun lalu, mata yang hobi melumat dengan pelolotan sambil bilang apa liat-liat itu udah ga ada lagi. Ia seperti anak yang malu-malu rendah diri. Kepribadian kontras ya... Dan wajahnya juga berbeda, kulihat lebih tirus. Aku bahkan hampir tak mengenali ketika ia melambaikan tangan di depan. Masa sih itu dia? Tanyaku sembari ngeliat sekeliling yang ternyata ga da orang lain lagi disana.
Gak lama memang diskusi soal link pemuka agama itu. Lalu ia pamit pulang dengan cium tangan. Agak ngakak juga ketika ia menyebutku mantan kakak yang sudah dipecat.
Sore yang lucu!
Thursday, July 26, 2012
Doa Pagi Sebelum Tidur -Lagi-
Puasa baru kumulai berapa hari, maklum dapat jatah rutin bulanan, tapi godaan juga sudah mulai menghampiri. Katanya, kalau di bulan puasa ini setan dan sebangsa se tanah airnya di kerangkeng, tapi kok tetap aja menggoda ya. Dan nggodainnya gak tanggung2 lho, di area yang enak2...
Sudah beberapa kali puasa di kota ini, sahur adalah ritual yang hampir tak pernah terlewati dengan mengisi perut. Paling banter minum air putih. Biasa, air adalah kebutuhan utama tubuh di banding makan. Meski kadang terkantuk-kantuk, ritual ini hampir selalu kulakukan.
Menanti subuh sembari terkantuk-kantuk, lalu bablas tidur sehabis subuh, nah mimpi diantara sehabis subuh sampai pagi membuka mata inilah yang merisaukanku dua hari ini... Mimpinya gak nanggung2, mbokep! Pas pagi buka mata saya sampe leng-lengen a.k.a tertegun, ini kok bisa mimpi begitu yak!
Memutar ulang ingatan, memang kerap terjadi mimpi pada jam2 pagi itu adalah daerah rawan karena gak tau kenapa selalu beraroma mesum. Kalau hari2 biasa mungkin itu tak masalah, alias dikategorikan lumrah. Nah, kalo pas puasa gini kan jadi luar binasa...
Doa pagi sebelum tidur setelah subuh adalah keharusan. Haha paling tidak mensugesti otak untuk menginstruksi alam bawah sadar membuat corak mimpi yang lain, and it works!!!
Wednesday, July 25, 2012
Mengulang Juli
Mengapa kuberi judul mengulang Juli, kalau kamu ingat awal komunikasi kita dimulai di Bulan Juli. Terhitung akhir Juli meski pertengahan Juli entah tiba-tiba kamu dapat wangsit darimana masuk dan mencoba mendaftar milis tempatku bekerja. Ahh, aku tak akan membahas soal itu lagi...
Mengulang Juli, kutulis setelah sekian lama vakum tak ada komunikasi antara kita. Meski pernah satu dua sms nyasar nyampe ke hape mu atau hape ku, namun tak bisa dibilang sebagai sebuah komunikasi. Namun malam ini lain persoalan... Ketika mengobrol dengan si pembuat gagal moved on di area nongkrong jalan Sultan Agung, nada whatsapp Blackberryku berdering. Kukira teman di LSM, ternyata perempuan pengisi Agustus-Septemberku dengan sapaan khas yang sudah cukup lama tak kudengar; Om Cosmic. Kukira akan satu dua whatsapp namun beralih sahutan kalimat yang lebih panjang, suaranya sampai di gendang telingaku. Suaranya berbeda, suara orang yang sedang flu. Dan yang lebih mengejutkan, kekikukan yang sempat menghantui benakku sebelum menekan nomor bertuliskan namanya tadi langsung buyar di menit pertama.
Hampir tak ada yang berbeda, komunikasi yang serupa. Kekuatiranku musnah ketika tawa dan kalimat per kalimat bisa begitu sederhana terlontar tanpa kaku.
Memulai mengulang Juli memang, tanpa mengulang hati, tentu saja!
Sunday, July 8, 2012
You will when u believe...
Lagu lawas yang tiba-tiba terngiang hampir tiap hari di telingaku, namun bukan tanpa tiba-tiba terangkum menjadi teramat bermakna.
Mempercayai keajaiban. Sejak dulu aku percaya. Bahkan jalan hidupku kupikir masuk kategori keajaiban. Tracknya sudah diatur, makanya mungkin kini aku tak terlalu memikirkan akan bagaimana hidup, just live it! Bukan hendak pongah, namun ketika menilik ke belakang, satu persatu runutan kejadian itu seperti sudah pas saja memang harus begitu lajurnya. Memaknai kehilangan, haru biru senyuman capaian, tetesan palung terdalam, mendendam, memaafkan, pahit manis alur hidup itu kalau di urutkan akan membuatku termanggut-manggut, that my life is so wonderful!
Mengkonstruksikan otak untuk meyakini. Sugesti. Kata itu terkadang menjadi andalanku. Segala sesuatu dimulai dengan sugesti. Tak ada hubungannya dengan klenik. Hanya terkadang ketika menanamkan sesuatu di otak -apapun itu- dan kemudian meyakininya, hal tsb terjadi seperti yang diinginkan.
Wednesday, July 4, 2012
B.A.H.A.Y.A
Sesuatu yang kutakutkan ternyata terjadi. Sebenarnya bukan suatu hal yang menakutkan, hanya sempat terfikirkan dan kupikir gak bakal kejadian, tapi ternyata terjadi. Sistem Management dan maintenance-nya ternyata belum beres...
Otak dulu hanya separo percaya ketika hati sok yakin dapat mengatur tiap molekul-molekul rasa yang ia sebarkan tak akan terpengaruh ataupun bereaksi kimia ketika chemistry berlangsung. Hati meyakini akan tak bergeming untuk selalu berada pada koridor ke-aku-an bukan koridornya apalagi koridor kami atau kita. Hati akan tetap menjaga sesuatu yang bernama rasa dengan jargon GagalMovedOn itu hanya akan menjadi miliknya seorang, menjaga independensi bahwa perasaan itu akan murni sebagai dampak setelah sukses me-maintenance selama 6 bulan terakhir yang artinya Hati dengan hasil2 lesson learnnya bisa kokoh berargumen bahwa memulai lagi dengan rasa yang begitu sederhana, tanpa berharap apalagi mentarget, kini hati tengah diuji validitasnya.
Oleh karenanya, otak membunyikan alarm bahaya. Naga-naganya hati -bukan sengaja- mangkir agar kebobolan, hanya ia memang selalu akan bertekuk lutut menurutkan hal-hal tak bernalar yang baginya nyata saja. Ketika mengira sudah dapat mengkondisikan segala hal menurut porsi yang berlabel sederhana, seperti melepas merpati lalu dengan senyuman memandangnya lepas di angkasa, tak pusing ia akan kembali ke sangkar atau kembali dalam genggaman tempat ia terlepas semula, ternyata hati kadang terlena oleh hipnotis bahwa merpati itu miliknya yang harus kembali ke tangan.
Otak membunyikan sirine bahaya ketika hati sudah punya keinginan untuk bertemu. Wajar adalah ketika membiarkan hanya takdir yang menentukan dan mempertemukan, bukan keinginan. Otak akan tetap pada track untuk membiarkannya berjalan wajar... And I do believe, the brain still be the main control for all instruction..
Tuesday, July 3, 2012
Omnibus Mimpi
Entah sudah berapa hari, namun omnibus mimpi ini sudah muncul berurutan tiap malam. Bagiku ini pertanda bahaya, karena sudah terbilang lama ia tidak lagi menghias alam bawah sadar, namun akhir-akhir ini seperti jadi rutinitas malamku. Dan bahaya lainnya adalah soal tema cerita yang selalu sama; Cemburu.
Omnibus mimpi ini tak lagi bercerita tentang aku dan kamu, tapi juga dia. Entahlah, apa maksud alam bawah sadar ini, yang pasti terkadang efeknya ketika terbangun bikin capek kayak habis lari puluhan kilometer plus nyeseknya ngelebihin keilangan kucing peliharaan.
Memang sih, omnibus mimpi ini tak hanya bercerita tentangmu, kadang ada juga cerita dua lelaki muda kabur dicari cari ortunya tapi keduanya tak bergeming merajut hari bersama ibarat layang layang permainan kegemaran mereka, diterbangkan tinggi dan semakin tinggi, dipandang dengan senyuman dan tawa dari bawah, dihempas angin di atas sana, tak jarang berakhir putus melayang kemana pun angin membawa.
Hmm, aku yakin ini bukan efek Sanubari Jakarta dengan omnibus filmnya, namun aku yakin alam bawah sadarku mulai tak beres kembali itu pasti. Semoga ter-manage dengan baik tak seperti bulan pertama dan kedua di awal tahun ini...
Subscribe to:
Posts (Atom)