Tuesday, May 12, 2009

"Buyek..."

Ah, memulai menuliskannya saja aku sudah dibuat senyum-senyum sendiri. Eits, eits, jangan negatif thinking dulu, I'm not crazy yet! Hanya saja garis bibirku memang selalu mengembang ketika teringat bocah perempuan yang Juli nanti genap berusia dua tahun itu melafalkan kata "Buyek" sebagai panggilannya padaku.

Buyek, jikalau merunut arti kata dalam kamus bahasa bocah perempuan itu, maka arti Buyek adalah Bulek, atau Tante dalam bahasa kerennya. Memang tak ada yang istimewa, mengingat harus dimaklumi anak seusia demikian lumrah jika tak bisa mengucap L, lalu menggantinya dengan Y, hingga terbentuklah kata Buyek tersebut. Hanya saja, ketika bocah perempuan itu kutanya: "Ini siapa?" sembari menunjuk ke diriku sendiri, maka ia akan dengan seringaian khasnya menjawab: "Buyek...". Beda ketika ia mengucap "Ibu" pada kekasihku atau "Kakak" pada tiap orang lebih tua yang ia temui. Tapi mengucap kata "Buyek", selalu ia barengi dengan senyuman sambil malu-malu khas anak kecil.

Awalnya, aku tak setuju kamu menyuruhnya memanggilku Bulek. Ndak keren sama sekali tho? Kalau aku baca blog tetangga malah ada yang memanggil Tante Mami, terdengar lebih keren kan? Tapi lama kelamaan, panggilan Buyek lebih enak sampai di telingaku, apalagi jika selalu diiringi seringaian malu-malunya, sepertinya kata yang ia ucap bagus saja. Dan aku pun telah terbiasa. Dan biasanya, apa yang terbiasa anak kecil panggil/julukkan akan terbawa hingga ia dewasa nanti. Yang artinya, ia akan tetap memanggilku "Buyek", akan kah? Kita tunggu saja kelak!

NB: Karena panggilan Buyek ini aku jadi terinspirasi sebuah ide cerita. Thanks my cute daughter!

No comments: