Tuesday, March 10, 2009

AKU, KEKASIH TERBAIKMU!

Dengan memberi judul seperti diatas, aku tak sedang ingin membanggakan diri atau besar kepala.

Kekasih. Kamu mungkin telah memiliki berbagai macam kekasih. Yang berambut panjang. Berambut sedang. Bahkan pendek seperti potongan rambutku. Semua mungkin telah kau kecap. Entah yang mana yang baik atau tak baik, atau kesemuanya baik. Hanya kamu yang menilai. Aku hanya hendak mengungkap tentang Alvi.

Ya, Alvi. Perempuan yang kau bilang tak akan pernah kau akui sebagai kekasih karena beribu bahkan berjuta-juta kekurangan yang ia miliki.

Ya, ia memang banyak kekurangan. Tak perlu ia sebutkan karena ia yakin sekarang kau sedang berkomat kamit menghitungnya. Tapi ia tak sedang mendaftar apa yang menjadi kekuranganmu. Baginya, kamu adalah bagian hidupnya. Sekurang, sejelek, seterbatas apapun dirimu, tetap saja dimatanya kau punya kelebihan yang tak pernah kurang, kebaikan yang tak terbatas serta perangai yang tak selalu jelek.

Ia begitu merindu. Merindu tuk bercengkrama tanpa warna-warni perdebatan yang bersahut-sahutan. Merindu tawa tertahanmu. Merindu tuk disayangi tanpa keangkuhan hati.

Sejatinya, cinta harus dimiliki. Namun tak lantas dihalalkan untuk saling menyakiti. Saling menyerang entah demi apa? Ketika kau rasa ia tak sanggup memberi -bukan membeli- kebahagiaan buat kamu, apa yang semestinya ia lakukan? Sama halnya ketika kau sepertinya memberi -bukan membeli- kebahagiaan untuknya, adakah kau tahu ia harus berbuat apa?

No comments: