Thursday, September 10, 2009

FINALLY...

Finally... Fiuhh, itu kata yang akhirnya kuambil sebagai sebuah kata pemutus pertanda tak berjalannya lagi ikatan dua tahun lebih sebulan ini. Yah, mungkin terdengar membosankan. Aku pun bosan. Dan tak tahu apa keputusan ini ujung2nya akan ber-ending sama dengan kejadian dulu2 alias putus-nyambung putus-nyambung putus-nyambung kayak lagunya BBB. Semoga saja kali ini tidak, dan tampaknya tidak.

Kesadaran bahwa mempertahankan hubungan yang tiap saat tiap waktu saling menyakiti dan sangat menyia-nyiakan waktu ini harus terus kutumbuhkan. Kuanggap ini penting karena terjatuh dalam kubangan yang sama tiap waktu juga tak baik.

Kupikir bukan hanya saling menyakiti, diibaratkan lagunya Numata, kamu maunya begini aku maunya begitu, alias kagak nyambung sama sekali. Tentu tak bisa dibiarkan. Aku merasa kamu tak mengerti aku, begitu pun sebaliknya. Lalu kemana ini semua akan bermuara? Pastinya jika tak dalam satu nahkoda akan tiba di pelabuhan berbeda.

Tapi tak lantas ketika ini semua terakhiri silaturahmi akan mati. Aku tak berharap demikian karena jujur aku ingin bermain dengan si kecil. Mendengar celoteh, canda dan tawanya. Aku pun akan merindukanmu. Tapi tak lagi dengan status yang sama. Kita masih bisa berteman, kuharap. Tapi untuk sementara biarlah waktu menjedakan jarak antara kita, sehingga bila tiba waktu perasaan ini sudah tak lagi bergemuruh, kuharap waktu jua yang akan mengembalikan pertalian kita dengan simpul yang berbeda, tentu saja.

Finally, I have to let u go. I hope this decision is the best for us. Tak lagi sejalan dengan pemikiran yang selalu kontra, sekali lagi kuharap kita dapat menguntai persahabatan yang terjalin indah.

I'll be miss u. Aku akan merindukanmu... Hingga rasa itu padam dalam hatiku, aku akan beritahukanmu...

PS: Airmata tiba-tiba menitik dan menderas. Aku telah memutuskan, memilih iringan kesedihan yang semoga saja singkat ketimbang serentetan kamuflase yang tetap akan selalu menyajikan sakit dan perih yang entah sampai kapan berakhir.

Sunday, August 30, 2009

About Zodiak

VIRGO - Yang Menunggu

Dominan dalam hubungan. Seseorang sedang mencintai mereka. Selalu
menginginkan kata terakhir. Perhatian, cerdas, nyaring, setia, mudah
diajak bicara. Contoh orang yang Anda inginkan, mudah disenangkan.

SCORPIO - Si Pecandu

Sangat memikat, rajin, senang bercanda, mempunyai selera humor yang baik,
giat, senang meramalkan masa depan, pencium yang baik. Selalu mendapatkan
apa yang mereka inginkan. Menarik, santai, senang berada dalam hubungan
jangka panjang, cerewet, romantis, perhatian.

LIBRA - Si Pincang

Menyenangkan tiap orang yang mereka temui. Cinta mereka adalah kebaikan.
Konyol, iseng dan manis. Mempunyai daya tarik yang unik. Orang yang paling
perhatian yang pernah Anda temui, tetapi bukan orang yang baik yang Anda
ingin untuk menghentikan tangis.

ARIES - Si ....

Ramah, menimbulkan rasa sayang, spontan, rapih. Lucu, pencium yang baik,
sangat2 memikat, mencintai hubungan, pencandu, nyaring.

AQUARIUS - Bukankah Di Air??

Dapat dipercaya, menarik, pencium yang hebat, baik, suka dalam hubungan
jangka panjang, sangat giat, tak terduga. Melebihi perkiraan Anda. Bukan
tukang onar, tapi dapat merobohkan Anda.

GEMINI - Tak Dapat Ditolak

Menyenangkan. Cintanya adalah kebaikan. Pendengar yang baik. Sangat baik
di bidangnya. Pencinta bukan pembuat onar, tapi dia masih bisa merobohkan
Anda. Dapat dipercaya. Selalu riang. Nyaring. Cerewet. Ramah. Sangat
pemaaf. Mencintai utuh. Mempunyai senyum manis. Dermawan. Tangguh. Tak
dapat ditolak.

LEO - Si Singa

Pembicara yang hebat. Menarik dan bergairah. Penyandar. Tau bagaimana
bersenang2. Baik dalah semua hal. Pencium yang hebat. Tak terduga. Ramah.
Sederhana. Pecandu. Nyaring. Suka dalam hubungan jangka panjang. Cerewet.
Rapih. Jarang ditemui. Baik bila ditemukan.

CANCER - Si Cantik

Pencium yang mengagumkan. Berselera tinggi, cintanya adalah kebaikan.
Sangat romantis, seseorang yang perhatiannya tidak pernah ada temukan.
Kreatif. Acak2an dan bangga akan hal itu. Ajaib. Spontan, hebat bercerita.
Bukan tukang onar tapi akan merobohkan Anda bila macam2. Seseorang yang
dapat Anda andalkan.

PISCES - Pasangan Hidup

Perhatian dan baik hati, cerdas, pusat perhatian, berselera tinggi.
Gampang ditemukan, sulit untuk disimpan. Senang berkeliling, penakut tapi
tak terlihat. Punya selera humor yang baik. Pemikir. Selalu mendapatkan
apa yang dia inginkan. Suka bercanda, sangat populer, konyol, manis.

CARPRICORN - Kekasih Yang Berhasrat

Menyenangkan, lancang, pintar, seksi, suka meramalkan masa depan, susah
ditolak. Suka dalam hubungan jangka panjang. Pembicara yang hebat. Selalu
mendapatkan apa yang dia mau. Berkepala dingin. Suka kepada bintang Gemini
dalam berolahraga. Suka bercanda. Cerdas.

TAURUS - Si Petualang

Agresif, suka dalam hubungan panjang, suka berkelahi untuk apa yang mereka
inginkan. Ramah, suka menolong orang saat dibutuhkan, pencium yang baik,
berkepribadian baik, keras kepala, orang yang perhatian, baik, rapi. Orang
yang paling menarik di bumi.

SAGITARIUS - Tidak Pemilih

Spontan, berselera tinggi, jarang ditemukan, hebat bila menemukan. Suka
berada dalam hubungan panjang. Banyak cinta untuk diberikan, rapi, sangat
menawan, sangat romantis, menyenangkan bagi tiap orang yang mereka temui,
cinta mereka adalah kebaikan, konyol, manis. Punya selera yang unik. Orang
yang perhatian yang pernah Anda temui.

Friday, August 21, 2009

Hikmah Ramadhan

Ramadhan selalu membawa berkah. Tahun ini menurutku yang paling kentara. Betapa tidak, jelang sehari sebelum esok mulai berpuasa ada dua kejadian dalam hidup yang menunjukkan keagunganNYA.

Pertama, saat pagi ketika aku berada di workshop pengorganisasian dan advokasi jelang Konvensi ILO tentang PRT tahun 2010 mendatang, sebuah sms masuk. Dari teman penulis di komunitas tanama yang mengabarkan bahwa salah satu ceritaku dimuat di Mingguan grup Kedaulatan Rakyat. Senang mendengarnya. Ini adalah kali kedua cerpenku dimuat di koran yang sama. Padahal aku mengirim cerita itu hari selasa lalu. Tak disangka, cepat naik cetak.

Kedua, sorenya, usai aku meng-upload foto2 kegiatan pagi tadi ke web dan blog kantor, kepala kantor menghampiriku kemudian memberi surat ber-kop nama kantor tempatku menjadi relawan saat ini yang isinya adalah pemberitahuan bahwa aku diterima sebagai staf part-time. Alhamdulillah, ucapku bersyukur.

Berkah ramadhan 2009, semoga juga akan selalu menaungi kita bersama. Amien.

Marhaban Ya Ramadhan...

Wednesday, August 19, 2009

NAEK MOTOR...

Hari ini adalah pengalaman pertamaku naik motor. Ya, meski badan gede gini bisanya cuma naek sepeda ontel doang. Itupun pilih2, harus sepeda gunung, kalo model jengki atau yang ada keranjang di depan aku nggak bisa karena jenis stangnya bengkok.

Balik soal motor. Awalnya, aku kena kritik pedas oleh koordinatorku. Ketidakbisaan pakai motor menghambat mobilitas kantor. Dari satu suara kian ramai saja yang mendesakku belajar motor. Pasalnya, selama ini aku memang ingin belajar, kantor pun memfasilitasi, tapi kekhawatiranku adalah takut si motor kenapa2, lah darimana aku ngegantinya? Jadilah, belajar motor seperti mimpi saja. Tapi hari itu, suara2 orang2 kantor tak sanggup kubendung. Aku akhirnya keluar. Kebetulan motor sedang dipakai murid sekolah PRT yang juga berlatih.

Akhirnya, aku mulai dari dasar, ya malu juga sih, tapi kalo nurutin malu gak bakalan bisa, trus mpe kapan? Mana yang ngajarin galak banget! Biasanya ia cengengesan tapi ketika mengajariku motor ia jadi galak. Penontonku pun ramai. Entah kenapa aku seolah tak perduli. Biasanya kalo ditonton banyak orang apalagi ketawa2 gitu nyaliku menciut, tapi kali ini tidak.

Singkat cerita, proses dapat kulalui hingga aku bisa muter2 kompleks perumahan meski kata Shanti mirip bakul sayur ngejajain dagangannya alias super lambat banget jalannya, tapi gak pa-pa lah, at least I've tried dan tidak akan berhenti untuk terus belajar... Cemangatt!!

Sunday, August 16, 2009

Pyongyang vs Piyungan

Pyongyang dan Piyungan, sekilas -ingat:hanya sekilas ya!- dua daerah di negara yang berlainan itu -sekali lagi- sekilas hampir sama. Namun bukan karena hal itu aku jadi terkecoh oleh keduanya!

"Aku mau pindah ke Pyongyang habis lebaran!" cetusmu beberapa waktu lalu.
Awalnya, kukira itu hanya sebuah candaan darimu. Maklum, seperti si kecil, kamu juga termasuk sering "ngerjain" aku. Namun ketika aku melihat status facebook yang memajang kepergianmu ke ibukota Korea serta isi tanggapanmu atas komentar teman terhadap statusmu itu. Lantas kupikir kamu memang tak main-main. Ditambah kegigihanmu bersikukuh tentang alasan kepergianmu untuk ikut suami yang bertugas disana, kian menambah keyakinan diatas ketidakyakinanku. Pasalnya, kadang kamu meneguhkan ucapanmu dalam tawa, sehingga menipiskan batas kebenaran dan ketidakbenaran kabar itu.

Puncaknya adalah kemarin ketika kamu berkata bahwa besok adalah keberangkatanmu ke negara yang tengah berkonflik karena potensi nuklirnya itu. Kamu memintaku menemani di bandara. Aku mengiyakan, meski juga agak merasa ganjil. Logikanya, jika kamu memang -benar- berangkat, tentulah hari itu akan ada ortu plus kambing alias suamimu. Jikalau aku ada, pertanyaannya apakah kau akan berani mempertemukanku dengan mereka? Tetapi kau tetap memintaku hadir.

Dan esok pun tiba. Antara yakin dan tidak sejak semalam aku berpikir ekstra. Satu sudut hatiku memperkirakan gimana jika kamu sungguh pergi karena bagaimanapun rasa kehilangan itu akan ada atas apa yang pernah kita lewati bersama. Namun sudut hatiku yang lain mengatakan aku sedang dikerjain kamu. Kalau teringat tawamu, aku jadi sangsi kamu tak benar2 serius. Otakku terus berputar. Eh, tanpa dinyana sekitar jam 9 an kamu nongol di depan kamarku bersama si kecil dengan senyuman khasmu.
"Nanti habis lebaran aku pindah ke Pyongyang! Pyongyang itu kan nama kerennya Piyungan!" kilahmu. (Piyungan: sebuah daerah di Yogyakarta, di jalan Wonosari)

I've get punk!!

Straight Ge-eR!

Dalam sebuah acara aku bertemu dengannya. Bukan untuk yang pertama. Kali ini ketiga kali setelah dulu aku melihatnya ketika aku menyambangi kantornya dan yang kedua adalah beberapa hari lalu sebelum acara tersebut berlangsung.

Di acara itu semua bercampur dan berbaur. Menyatu. Berbincang serius. Diseling canda. Ia duduk di dekatku. Tak sendiri. Bersama teman satu kantor dan teman2 baru. Tak ada yang istimewa. Kami bisa dibilang dekat. Maklum, tugasku waktu itu adalah dengannya. Wajar kalau kami sering terlibat pembicaraan. Apalagi ia termasuk doyan nyerocos. Jadi ada saja yang diobrolin. Ditambah kulihat ia seksi sibuk sekali dengan alatnya.

Singkat cerita, dalam acara itu aku pulang lebih dahulu. Aku minta difoto bersamanya. Ia tiba-tiba nyeletuk: "Kayaknya kau tak akan bisa lepas dariku!". Ia berujar dalam senyum.
Senyum bagiku adalah canda. Aku pun menanggapi candaannya. "Sepertinya iya, gimana dong? Tapi, kamu kan straight, ya kan?"
"Ya iyalah!" sahutnya langsung. "Secara lekong masih enak gitu lho!" imbuhnya.
Karena buru-buru, aku pun pamit dan melupakan kejadian itu. Tapi kemarin aku bertemu dengannya lagi dalam rapat restrukturisasi. Dan ia membuatku terbahak dengan ulahnya.

Perempuan itu tak sekalipun menyapaku. Tak mau duduk dekatku. Padahal tempat di sebelahku masih kosong, ia memilih duduk bergerombol. Menghindari bertemu mata denganku. Pernah, sekali, tak sengaja kami bersirobok pandang, ia cepat-cepat melengos. Aku tersenyum. Ada apa dengannya? Kok ia jadi bertingkah begini. Aku memflashback kejadian dulu, dan membuatku kian tersenyum. Seorang straight sedang ge-er rupanya! Tak bisa membedakan candaan dan beneran!

Di rapat itu, namanya mendapat satu suara. Ohohoho jangan sampai, meski aku yakin sekali ia pasti berpikir kalau akulah si pemberi suara itu. Wahahahaha aku akan makin ngakak! Entah apa yang semakin ia ketikkan di layar pikirannya tentangku. Wallahu A'lam. Apalagi, si ibu koordinator terpilih sepertinya keukeuh menyandingkan namaku dan namanya dalam satu divisi. Namun beruntung tak jadi hehe aku gak tau kalo beneran harus kerjasama dengannya, apa kata dunia wakakakakakak.

Lingkungan kerjaku telah mengetahui orientasi seksualku, tapi kadang aku geli sendiri jika mendapati the straights yang mawas diri terhadap lesbian yang SEPERTINYA suka padanya.

Aku masih sering tersenyum jika teringat kejadian kemarin. Open up your mind, straight!

Saturday, August 15, 2009

Suara Kecil Menjerumuskan

Masih dalam rapat restrukturisasi kemarin, tapi bukan hendak membahas si straight ge-er itu karena ada yang bersungut nantinya. Yang ingin aku ceritakan adalah proses votingnya.

Seperti dalam pemilihan beneran, spontan terbentuklah tim yang mengurusi DPT (Daftar Pemilih Tetap), juga menyiapkan surat suara lengkap beserta stempel platform aliansi ini. Setelah menghitung jumlah peserta, surat suara dibagikan. Masing2 peserta langsung menulis pilihan balon (bakal calon) koordinator untuk dipilsung (dipilih langsung). Surat suara kemudian dikumpulkan dan dibacakan, mirip KPPS ngebacain hasil pilihan warga.

Untuk surat suara pertama yang dibuka, tersebut nama teman sekantorku. Aku langsung mengapplaus. Tapi pada kertas kedua, namaku lah dilantangkan. Aku terkejut dan sangat terkejut ketika suara yang kuperoleh mencapai 3. Ada apa ini? Siapa yang memilihku? Dan bagaimana bisa memilihku? Lha wong sebelum voting tadi, mayoritas peserta mengelu-elukan seorang cowok lucu dan terkenal dalam aliansi ini. Sedang aku...aku baru beberapa kali ikut pertemuan mereka. Beruntung kecemasanku dibuyarkan oleh hasil akhir penghitungan suara, dimana suara-suara terakhir menyandingkan cowok lucu itu dengan seorang cowok lagi yang kupilih karena telah banyak malang melintang di jaringan. Aku lega, sekaligus menolak ketika panitia menawarkan posisi koordinator dari hasil suara terkecil. Alasanku, miskin pengalaman. Namaku lolos dicoret, lain hal dengan teman sekantorku yang meski mendapat satu suara dibawahku, ia menolak tapi forum pun menolak penolakannya. Jadinya, namanya tetap akan masuk bursa koordinator aliansi.

Perolehan suara tertinggi diraih dua lelaki yang kusebut diatas. Wajarnya, suara tertinggi otomatis terpilih jadi koordinator beserta jajaran dibawahnya. Tapi yang terjadi adalah, dua lelaki itu menolak dengan alasan memberi kesempatan yang lain. Mereka pun dicoret.Hanya tersisa teman sekantorku, yang mau tak mau harus didaulat bersedia menjadi koordinator AJI DAMAI periode Agustus 2009-Februari 2010. Dan hal itu benar-benar terjadi. Teman sekantorku menampuk posisi koordinator hingga enam bulan ke depan. Dan ia kemudian tak mau sendirian, aku pun ditunjuknya jadi wakil koordinator.

Jika diibaratkan pilpres, dengan pengkondisian yang sama, maka tentulah hasil pilpres sekarang ini akan dimenangkan bukan oleh SBY. Bagaimana tidak, teman sekantorku hanya mendapat 2 suara, berada di posisi ketiga dari bawah dari 6 nominator, tetapi ia menjadi yang terpilih. Suara kecil menjerumuskan, begitu aku menyebutnya. Tapi kalau hasil ini direalisasikan dalam pilpres, wah gimana ya kelanjutannya? Pasti kian kisruh saja petinggi2 kita itu.