Saturday, May 18, 2013

Kembar Tiga


Katanya, di dunia ini, setiap manusia diciptakan punya kembaran paling tidak 12 di muka bumi. Aku mengamini. Bukan saya, tetapi perempuan bermuka judes dengan senyum termanis.

Ia memang kontradiktif. Begitupun saya mengenalnya. Pagi ini saya mengetahui seluk beluk hidup yang ternyata hampir serupa dengan kembarannya. Tentang kekerasan hati. Tentang prinsip hidup. Dan tentang memaknai hidup. Sungguh, tak berbeda, meski jalan hidupnya jelas tak sama.

Belum selesai tentang hal yang baru hari ini kuserap, kayaknya ini harinya Mbak Titi, aku menemukan kembaran ketiganya...

Ini pertama kali aku menginjakkan kaki ke tempat makan ala Italia ini. Plus pake nyasar segala! Memasuki bangunan berarsitektur Belanda ini, dan memilih duduk dalam ruangan, bukan selasar dan bukan pula lantai bawah. Suasana sedang riuh. Banyak remaja berseragam bergerombol, merayakan ultah. Ada pula ibu-ibu serta varian pengunjung lain.

Untuk menu, aku menyerahkan pada ahlinya.. Bener-bener gak dong, meski turut membuka-buka daftar menu, pura-puranya tau... Perempuan di depanku yang aku yakin sudah hapal menu menunjuk beberapa pesanan. Kami mengobrol tak tentu arah sembari menunggu makanan datang. Hingga perempuan itu muncul di pelupuk mataku...

Aku lupa, entah ia menyajikan minuman atau makanan pembuka, yang pasti mataku langsung tertancap pada perempuan yang mengingatkanku pada pemilik wajah mirip artis itu. Perempuan yang lain selalu mengakhiri mengantar pesanan dengan senyuman lebar, tapi ia tidak. Ia membentangkan bibir tak sampai memperlihatkan giginya. Bagian berikutnya pasti sudah bisa ditebak... Tiap gerak tubuhnya selalu berada dalam pengawasan penglihatanku... Dan takdir hari ini memang indah... Ia berseliweran di depan mukaku.

Bahkan ketika kami berpapasan di ujung pintu, ia memberiku senyum terindahnya. Pun ketika usai cuci tangan, aku melihatnya hendak keluar, di spot tempat yang sama untuk kedua kalinya perempuan itu memameriku senyum.

Sumpah, aku tak tau apakah menu yang kulahap ini enak atau gak, keasinan ato pas, yang pasti aku tak memperhatikan. Bahkan karibku tertawa ketika ekor mataku tak bisa lepas dari perempuan itu meski lisanku sedang ngobrol dengannya. Tetapi ia maklum. Aku memang begitu! "Kamu itu lha kok sukanya tipe itu-itu lagi!" celetuknya.

Ya, tepat sekali! Itulah alasanku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan perempuan itu. Karena ia se-tipe dengan pemilik wajah mirip artis itu. Garis wajahnya galak, tetapi ketika bibirnya membentangkan senyum, my heart melted!

Yang bikin takjub juga adalah dalam sehari perempuan kembar 3 mengisi garis takdirku. Hal yang tak biasa! Jikalau 12 adalah angka duplikat kembaran manusia di dunia, sepertinya aku tinggal menemukan 9 lagi. Berita gembiranya adalah sepertinya aku berharap ada irisan takdir di tempat itu kembali... #Ngarep

No comments: