Tuesday, May 28, 2013
#Kakak Gue Kece!
Masih tentang Jakarta! Ya, aku tak memaknainya sebagai mengusahakan takdir, tetapi disinggungkan takdir, dengan Kakak!
Senin, agenda rombongan dari beberapa propinsi ini adalah salah satunya mengunjungi tempat kerja si Kakak. Konfirmasi terakhir agenda hari ini memang akan berakhir disana. Hmm, untunglah, jadi tak perlu bolak-balik karena usai jam kantor aku dan si Kakak memang sudah berencana keluar. Joging tepatnya, begitu ia bilang.
Dan memang benar-benar jogging! Tadinya kukira ia sedang akan mengerjaiku. Menunggunya lama tak juga turun, aku sudah menggerutu dan mutung kasarung. Tapi ketika melihatnya dalam balutan kaos abu-abu persis kayak abege, gak kentara usianya seumuranku. Dan kami joging berempat, mereka bertiga tepatnya, aku hanya menunggu di ujung trotoar.
Putaran pertama ia mencolekku.. Putaran kedua kuberinya semangat.. Satu putaran kemudian ia beralih pada bebatuan untuk fisioterapi kaki. Pun aku mencobanya. Sembari mencermati butiran keringat memenuhi wajahnya dan obrolan entah.. Aku hanya senang mencuri-curi pandang dalam wajah berbalut tetesan keringat itu.. Kece Kakak!
Usai agenda lari-lari kecil yang katanya untuk pemanasan ketika outbound itu kami makan di taman lain yang menyuguhkan panganan yang mayoritas jawa timuran.. Rawon, sate madura, bakso kawi malang dan beberapa jajanan lain. Si kakak memilih bakso malang.. Pilihan yang akhirnya juga kupilih meski setengah hati.. Aku membenci hal2 terkait kota itu.. Tetapi malam ini aku tak ingin disibukkan oleh hal-hal tidak penting terkait mantan, fokus malam ini adalah kakak.. Mengobrol bertiga dengan satu teman kantornya.. Dan berakhir di desk kerjanya sehari-hari.. Mirip desk kerja wartawan... Jadi disinilah ia berkegiatan sehari-hari..
Malam merangkak naik... Gerimis menemani kami meninggalkan bangunan tempat kerjanya menuju tempat pemberhentian bus..
"Ujan vi.."
"Nggak kok, cuma gerimis"
Perempuan itu tetap mengeluarkan payung dari tasnya. Tau gak warnanya apa? Pink!
"Sini, deketan, ujan!"
Aku menolak dengan tetap bersikukuh tak hujan.
"Kenapa? Karna payungnya pink ya. Ah kan yang penting ga keujanan!"
Hmm, sebenarnya bukan karena warna pinknya sih, tapi aku memang tak suka keteduhan payung kecuali ujan sangat deras.
Ada adegan yang keren sebenarnya malam itu.. Kami berhenti di jembatan taman lawang yang konon banyak waria nongkrong tapi malam itu masih sepi, hanya kami, perempuan itu dengan payung pinknya dan saya yang sedang menikmati cerita2nya.. Ide keren di otak saya, frame disini bagus untuk foto pre wedding.. Aku, kamu dan keremangan malam di jembatan.. Dan bus yang kami nantikan membuyarkan ide kerenku..
Ia bercerita tentang keminiman pengetahuannya tentang seksualitas. Hmm, tapi aku senang ia berkemauan keras menyerap.
Katanya, nongkrong di tempat ini adalah semacam pelanggengan kapitalisme, tapi disinilah kami menghabiskan malam dengan ditemani cokelat panas..
Kakak gue kece, as usual!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment