Thursday, March 7, 2013
Pecicilan itu Menyenangkan!
Aku datang terlambat. Berefek pada aku tak bisa memilih tempat duduk. Dan suer aku benar-benar lupa pada acara itu. Mendapati 3 orang-orang baru di sekitarku, perkenalan, untung mood sosialitaku sedang bagus. Perempuan itu berbalut baju kedinasan, mukanya terlihat gak ngenakin, galak gak jelas. Biasa aku agak mikir negatif kalo semeja dengan instansi pemerintah. Yang udah-udah pasti mereka menunjukkan relasi kuasa dengan ngeremehin lsm. Hari pertama perempuan itu tak mengisi selayang mataku.
Baru hari kedua ketika diskusi kelompok aku mengetahui perspektif dan alur pikirnya. Ia mulai menarik. Plus aku mengerjainya, ia yang menulis ia yang bacain. Baru kali ini bisa ngerjain instansi pemerintah, bukan? Namun tujuanku sebenarnya adalah mengetahui isi otaknya. Ia pintar, dan konklusi itu membuyarkan muka agak judesnya yang sedari awal ku benci.
Dan mbribik pun dimulai... Menanyakan ia di divisi mana, kegiatannya, bahkan studinya.. Perempuan ini cerdas! Hari itu kami bertukar pin. Kukira hanya akan sebatas saling tukar, kami duduk bersebelahan dan ia mengirimiku pesan bbm. Dan indera mbribikku langsung memasang antena tinggi-tinggi.. Perempuan itu memulainya...
Esoknya, aku menanyainya akan berangkat jam berapa. Ia datang terlambat. Dan last day yang mengakrabkan. Alur pikirnya untuk seorang yang berada di posisi kedinasan bagiku lumayan mumpuni sebagai changemaker. Ia mengkritisi tetua yang konservatif, kebijakan yang tidak pro rakyat, hmm meski ia tak dalam posisi sebagai decision maker, namun ada orang-orang yang progresif di instansi pemerintah itu adalah kemajuan.
Hampir tiap hari kami bersambang dalam bbm. Tentang program yang bisa di akses, kegiatanku, bahkan obrolan tak penting tentang kegemarannya. Dan aku tergelak, ia mengharap akan bertemu denganku dalam event sosialisasi. Sayangnya bukan aku yang datang.
Dan ada satu hal lagi yang membuatku tergelitik... Ketika proses 3 hari kemarin ia selalu memanggilku mbak, panggilan lumrah dan aku tak protes bahkan di awal kami bbm-an ia masih memanggilku mbak. Namun entah dapat wangsit apa, ia kemudian memanggilku kakak. Dan setiap kata yang harus menyertakan namaku, ia terus berujar kakak dan kakak. Sunggingan bibirku melebar... Aku pasti mengerjainya! Terlebih usai mendengar statementnya: itu foto tunangan kok, belum mantenan!
So, let's mbribik.. For access khususnya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment