Sudah lama tidak menulis, ketika hendak menulis yang terbayang di ingatan masih kamu dan tetap kamu. *Pertanyaannya: kamu yang mana?
Pertanyaan bagus! Sebelumnya aku telah menuang 3 rindu. Rindu yang tercecer. Namun yang melekat di ingatan hati adalah kau yang kata seorang teman kantor memiliki mata "nakal". Walau -sepertinya- tak menyatu, tapi tetap detil tentangmu menyatu di otakku. Bahkan kelebat sedikit polahmu tertangkap ekor hatiku. Kau seperti berdaya magis!
Dan kita cukup "dekat", meski kadang aku tak kesampaian membacamu. Dan tetap aku tak menagih untuk membuat ini harus bertahap seperti yang semestinya. Menikmati fluktuasi hati ibarat mengembara di taman bunga. Separuh hati kemudian mengungkap bahwa aku tak boleh terlalu larut untuk bersetia hati padamu, karena aku tak akan menemukan soulmate yang sesungguhnya jika aku tak membuka celah lain.
Nampaknya aku masih ingin tersenyum usai menikmati setiap teks pendekmu. Memburamkan celah lain karena aku masih ingin bersetia hati untuk perempuan yang bahkan aku tak sanggup membaca tentangnya...
Cinta datang dengan sebegitu sederhananya... Begitu juga perasaan ini...
*Untuk seorang perempuan bermata "nakal"
No comments:
Post a Comment