Sebuah tulisan di bulan Juni yang baru sekarang sempat ter-publish...
Judul yang lantas kujadikan kutipan diatas memang termasuk tak lazim karena kutipan yang lebih familiar umumnya adalah Life Begin @ 40! Tak masalah, karena bagiku bukan masalah usia. "Hidup" bisa dimulai kapan pun!
Sedikit kilas balik, ketika aku mem-publish tulisan sebelumnya, hal pertama yang aku terima seperti biasa adalah cercaanmu. Kadang aku fikir, kamu itu sebenarnya baca blogku seutuhnya atau sekedar meneliti bagian mana yang akan kau cercakan padaku? Karena bukan sekali dua kali ini saja, kau melakukannya tiap kali aku habis mem-posting tulisan baru di blogku. Ada saja cercaan yang kau pedaskan padaku. Malah kufikir, kau memang tak baca blogku, hanya mencari kesalahan untuk kau jadikan umpatan dan jika kau tak menemukannya maka jalan pintasnya adalah mengarangnya sendiri. Menciptakan imajinasi, membalik fakta dan memutar kata, yah apalah yang penting marah-marah. Menuduhkan sesuatu yang tak pernah kulakonkan. Hah, jika kukupas satu-satu nanti kau akan berfikir -seperti biasa- bahwa aku selalu menjatuhkanmu lewat tulisan-tulisanku.
Aku tak ingin bicara fakta atau bukan realita, aku juga tak sedang ber-pro kontra. Kurasa sudah terlampau cukup tiap hari terbuang dengan cacian, makian dan marah-marah. Kadang (baca: sering) pertanyaan ini malang melintang di benakku, apa yang sebenarnya kau cari dan kau ingini dariku? Setiap detik dalam 7 hari seminggu kau mengabsen kekuranganku seolah aku ini bukan makhluk berperasaan. Kau selalu berfikir tentang perempuan lainku, perempuan selingkuhanku, dan perempuan-perempuan yang entah apalagi sebutannya. Hei, apa kau tak mengerti juga, aku sedang bertarung demi kelangsungan hidupku, tapi kenapa kau malah konyol berhalusinasi hal-hal yang bahkan tak terlintas di otakku di saat-saat genting ini? Apa kau tak cukup faham? Sepertinya hampir tiap hari aku mendentingkan apa yang menjadi beban pikiranku. Kemana telingamu? Aku yakin kau tak tuli, bahkan kau yang memvonisku tuli karena hanya ber-ha he ho saat bicara. Apa kau tak cukup peka hidup sedang menggempurku jatuh saat ini?
Aku bisa merasakan kau menjadi orang yang berbeda akhir-akhir ini, tapi aku tak akan menyalahkan. Bagiku kau telah cukup banyak berarti. Itulah sebab beberapa waktu lalu aku pernah berkata: Apapun yang terjadi pada hubungan kita kelak, aku tetap ingin menjadi bagian hidupmu. Karena apa yang telah dan pernah kau beri serta lakukan padaku takkan pernah bisa terbayar oleh apapun. Aku diam karena aku teramat menghargaimu. Aku mungkin terlalu sulit untuk kau mengerti dan aku tak akan meyakinkanmu untuk mengerti apalagi mempercayaiku. Waktu dua tahun kurasa cukup untuk membuatmu tahu segalanya tentang aku tanpa perlu kujabarkan detil pemikiranku. Hanya saja, jika kau selalu meminum air laut ketika bersamaku, maka kau akan selalu haus karena yang kau lihat adalah selalu kekuranganku.
Hidupku mungkin dimulai di usia 27+. Semoga tak terlalu tua mengawali babak kedewasaan baru yang disodorkan dunia padaku untuk dilakoni!
1 comment:
Happy Belated B'day ya, semoga semakin dewasa
Post a Comment